Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Direct Message

Gambar
Hujan diluar semakin deras saja dan semakin menyebalkan lagi karna harus terjebak di sebuah kafe yang dipenuhi oleh pasangan muda-mudi yang sedang dimabuk asmara. Saya pun menutup laptop yang sedari tadi menampilkan file pekerjaan yang nggak ada habisnya. Mengambil handphone dan membuka beberapa social media. Membuka instagram melihat beberapa akun yang mungkin menarik tapi nyatanya nggak ada yang menarik. Lalu, melihat beberapa instastory dan sebuah DM pun masuk. Hai Ya ? saya membalasnya singkat. Kamu kemana aja ? Setelah dua tahun menghilang, lalu dia Tanya saya kemana ? tentu saja saya tidak membalas seperti itu hanya mengucapkannya di dalam hati. Saya nggak kemana-mana, kamu yang pergi Satu menit. Dua menit. Tidak ada balasan. Saya pun kembali membuka laptop meski entah apa yang akan saya lakukan pada benda tersebut. Mendapat DM dari seorang mantan atau entah bagaimana saya harus menyebut statusnya membuat mood semakin buruk saja. Lalu, sebua...

Tetangga Baru

Gambar
Entah bagaimana lagi menolak pesona si tetangga baru ini. Sejak awal kepindahannya tak pernah sekalipun saya bosan untuk memandangnya walau hanya dari kejauhan. Walau hanya dari balik jendela kamar. Sejak sebulan lalu, seorang perempuan baru saja pindah di depan rumah saya yang memang sudah kosong sejak lama. Namun, belum pernah sekalipun berkenalan meski sesekali saling melemparkan senyum. Kata tetangga saya yang lainnya dia bernama Naya. Naya itu cantik, bertubuh tinggi, tidak begitu kurus juga tidak bisa dibilang gemuk. Bisa dibilang ia perempuan dengan tubuh ideal. Dia seperti sosok perempuan yang hampir membuat otak semua laki-laki straight berpikir yang bukan-bukan. Naya, si tetangga baru, selalu keluar rumah di   jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore. Penampilannya selalu sempurna. Berpakaian selayaknya pekerja kantoran, make up yang tidak menor bahkan bisa dibilang natural. Dan, kalau hari libur, jika beruntung saya kadang dapat melihat Naya keluar rumah hanya dengan c...

Absurd

Pekanbaru hari ini menyebalkan. Pagi saya dimulai dengan bangun kesiangan, tugas kuliah yang belum di print, telat di kelas pertama dan berujung diusir oleh dosen. Lalu, siapakah yang harus disalahkan atas insiden ini ? iyak, benar. Alarm saya yang udah muak untuk membangunkan tuannya. Pagi saya memang tidak pernah tidak hectic. Kalau sudah begini, pilihan terbaik ya mending ke kantin saja. Udah kepalang telat lebih baik dinikmati saja. Kantin pagi ini jauh lebih tenang. Terlihat dari hanya beberapa meja saja yang sudah ditempati. Namun, tetap saja saya dihadapkan dengan beberapa pilihan. Lontong sayur, bubur ayam, nasi uduk, nasi goreng, atau indomie yang harus menjadi pilihan menu makan saya. Akhirnya pilihan saya jatuh pada nasi uduk karena nasi uduk adalah sebaik-baiknya makanan yang dimakan di saat pagi menjelang siang seperti saat ini. Tentunya kalian sudah paham, merangkap antara makan pagi dan siang di tanggal tua adalah sebuah keharusan bagi mahasiswa yang kantongnya pas...

Alin

Gambar
Sebelumnya, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan terlebih dahulu. Pertama, kerjaan saya lagi banyak-banyaknya, bahkan untuk makan siang di luar kantor sampai nggak ada waktu. Kedua, udah seminggu ini saya dicuekin Alin, whatsapp saya nggak pernah dibalas, telpon saya juga nggak pernah diangkat. Ketiga, saya uring-uringan karna kangen Alin, dan masih banyak lagi hal-hal dapat merusak mood saya. Saya kenal Alin udah sejak 8 tahun yang lalu. Namun, kedekatan saya dengannya baru terjalin beberapa bulan yang lalu. Semua itu berawal dari sebuah grup alumni sekolah yang kembali mempertemukan saya dengan Alin. Mungkin apa yang dibilang teman-teman saya benar bahwa grup alumni dapat dijadikan sebagai wadah untuk mencari jodoh. Berawal dengan keisengan saya mengontak Alin secara pribadi dan mengajaknya ketemu membuat saya dengannya semakin akrab. Namun, entah kenapa selama seminggu ini dia berubah. Alin seperti menghindari saya. Mulai dari whatsapp saya yang dicuekin, sms saya...

Perempuan yang Kusakiti Hatinya

Kata teman-teman, saya orang yang banyak maunya. Tiga tahun yang lalu saya pengen punya pacar yang nggak bawel dan posesif, lalu Tuhan dengan baik hati mengabulkan permintaan saya. saya menemukan seseorang seperti yang diinginkan. Bahkan, Tuhan mempertemukan saya dengan seseorang yang menurut saya sempurna. Dia cantik, pintar, dan yang paling penting jago masak. Perut saya selalu dimanjakan dengan masakannya dan mata saya selalu diberikan pemandangan yang indah dengan kecantikannya. Saya bahkan berani bertaruh jika dia menemui saya dalam keadaan muka bantal dan rambutnya yang berantakan, dia pasti masih tetap terlihat cantik. Namun, ada satu kekurangannya. Dia terlalu percaya. Kenapa terlalu percaya bisa menjadi kekurangannya, karna kepercayaan lebih yang diberikannya membuat saya nggak merasa tertantang untuk mejadi kekasihnya. Saya memang menginginkan seseorang yang tidak posesif dan tidak mengekang, namun sebagai lelaki saya juga pengen merasakan dicemburui. Saya pengen dia ses...