Direct Message
Hujan diluar
semakin deras saja dan semakin menyebalkan lagi karna harus terjebak di sebuah
kafe yang dipenuhi oleh pasangan muda-mudi yang sedang dimabuk asmara. Saya pun menutup
laptop yang sedari tadi menampilkan file pekerjaan yang nggak ada habisnya. Mengambil
handphone dan membuka beberapa social media. Membuka instagram melihat
beberapa akun yang mungkin menarik tapi nyatanya nggak ada yang menarik. Lalu,
melihat beberapa instastory dan sebuah DM pun masuk.
Hai
Ya
?
saya membalasnya singkat.
Kamu
kemana aja ?
Setelah dua tahun
menghilang, lalu dia Tanya saya kemana ? tentu saja saya tidak membalas seperti
itu hanya mengucapkannya di dalam hati.
Saya
nggak kemana-mana, kamu yang pergi
Satu menit.
Dua menit.
Tidak ada balasan.
Saya pun kembali membuka laptop meski entah apa yang akan saya lakukan pada
benda tersebut. Mendapat DM dari seorang mantan atau entah bagaimana saya harus
menyebut statusnya membuat mood semakin buruk saja. Lalu, sebuah pesan whatsapp
pun masuk.
Tugas
udah gue email
Lihatlah. Makin
menyebalkan saja hidup ini. Selain harus menyelesaikan pekerjaan di malam
minggu yang fitri ini, tugas kuliah juga harus saya selesaikan. Menjalani
kuliah sambil bekerja nyatanya emang nggak gampang. Sebuah pesan whatsapp
kembali masuk.
Apa
kabar ?
Ohh, dari si
mantan yang tadi rupanya.
Baik
Lagi
di mana ?
Di
luar
Sama
siapa ?
Sendiri
Perlu
saya temanin ?
Terakhir
kali saya ditemanin kamu, berakhir dengan gak baik
Kamu
udah beda banget ya sekarang
Lama saya membaca pesan tersebut. Berpikir apakah
harus membalasnya atau tidak sambil melihat status nya yang online dan typing
secara bergantian. Satu pesan kembali masuk.
Bisa
kita ketemu ?
Saya
udah pernah ketemu kamu dan hasilnya buruk
Sekali
ini saja. Ada yang harus saya sampaikan
Silahkan
Saya
butuh ketemu kamu
Saya
nggak butuh ketemu kamu
Saya
kangen kamu
Terima
kasih infonya
***

Komentar
Posting Komentar