Perempuan yang Kusakiti Hatinya
Kata
teman-teman, saya orang yang banyak maunya. Tiga tahun yang lalu saya pengen
punya pacar yang nggak bawel dan posesif, lalu Tuhan dengan baik hati
mengabulkan permintaan saya. saya menemukan seseorang seperti yang diinginkan. Bahkan, Tuhan mempertemukan saya dengan seseorang yang menurut saya
sempurna. Dia cantik, pintar, dan yang paling penting jago masak. Perut saya
selalu dimanjakan dengan masakannya dan mata saya selalu diberikan pemandangan
yang indah dengan kecantikannya. Saya bahkan berani bertaruh jika dia menemui
saya dalam keadaan muka bantal dan rambutnya yang berantakan, dia pasti masih tetap terlihat cantik. Namun, ada satu kekurangannya. Dia terlalu percaya.
Kenapa
terlalu percaya bisa menjadi kekurangannya, karna kepercayaan lebih yang
diberikannya membuat saya nggak merasa tertantang untuk mejadi kekasihnya. Saya
memang menginginkan seseorang yang tidak posesif dan tidak mengekang, namun
sebagai lelaki saya juga pengen merasakan dicemburui. Saya pengen dia sesekali
cemburu ketika saya pergi bersama teman-teman wanita saya, marah ketika saya
tiba-tiba membatalkan janji temu. Namun, dia tak pernah masalah dengan hal
tersebut.
Tapi,
ada satu hal yang sering menjadi pertengkaran diantara saya dengannya.
Hubungan yang baik pasti akan selalu ada pertengkaran, bukan ? hal yang selalu
memicu pertengkaran di hubungan saya hanya soal waktu. Saya paling buruk dalam
hal mengatur waktu dan dia sangat membenci hal tersebut. Dia mampu mendiamkan
saya berhari-hari Cuma gara-gara saya terlambat menjemput. Selebihnya, dia
nggak mau tau. Nggak mau atau memang dia begitu percaya saya nggak akan
macam-macam diluar sana, saya juga nggak tau.
Jadi,
jika kalian penasaran bagaimana hubungan saya dengan pacar saya yang cantik,
pintar dan jago masak itu, simak saja kisah ini sampai akhir.
Tepatnya
tiga hari yang lalu. Sama halnya dengan pasangan muda-mudi lainnya, saya dan
pacar saya janjian untuk malam mingguan. Lalu, pacar saya itu ngambek. Seperti
yang kalian duga, pemicu ngambeknya pacar saya ialah saya yang lagi-lagi tidak
bisa mengatur waktu. Janjian jam 8 saya malah datang jam 9. Namun, kali ini
saya berhasil membujuknya. Saya nggak butuh waktu berhari-hari untuk
mengembalikan mood nya. Tapi malapetaka itu datang ketika dia melihat salah
satu postingan instagram teman saya.
“Sayang, saya bisa
jelasin,”
“jangan
pernah panggil saya sayang kalau perempuan yang kamu cium di foto ini juga kamu
sebut seperti itu,”
Saat
itu juga saya mendadak menginginkan pemerintah untuk memblokir instagram.
Social media telah membuat hubungan saya rusak. Dan, teman saya si bedebah
bangsat itu telah membuat genjatan senjata dengan tidak tau diri.
Sekarang
disinilah saya, di teras kontrakan pacar saya sambil bersimpuh memohon ampun
dan meminta maaf. Terdengar berlebihan bagi kalian semua, bodoh amat saya nggak
peduli. Menurut saya nggak ada yang namanya berlebihan dalam urusan cinta.
“Kasih saya kesempatan
buat jelasin semuanya,”
Pacar
saya diam. Demi Tuhan, saya lebih baik mendengarnya memuntahkan segala
amarahnya hingga kuping saya panas daripada harus didiamkan seperti ini. Please ngomong sesuatu sayang agar saya tau
apa yang harus saya lakukan.
“sebelumnya
saya minta maaf sama kamu. Saya emang jahat, nggak pengertian, brengsek, dan
selalu buat kamu ngambek. Tapi saya sayang sama kamu. Banget,”
Pacar saya masih saja
diam.
“waktu
itu saya lagi ngumpul sama teman-teman dan salah satu teman saya membawa
teman-teman wanitanya. Saya mabuk dan saya nggak nyangka kalau cewek itu
mencium saya,”
“terus kamu menikmati,”
“nggak begitu maksud
saya,”
Saya menghembuskan
napas frustasi.
“saya nggak pernah
sekalipun berniat mengkhianati kamu,”
“selama
ini saya nggak pernah ngelarang kamu pergi kemana pun kamu mau dan dengan
siapapun karna saya yakin kamu nggak bakalan aneh-aneh,”
Oke,
akhirnya pacar saya mulai buka suara. Tapi, please jangan pake air mata.
“saya
berpikir, kalau saya mengekang atau membatasi kamu itu malah akan berdampak
buruk buat saya karna saya tau itu akan membuat kamu jauh dari saya….,”
“diluar
sana banyak perempuan yang senang sama kamu. Dan, kamu pasti bisa mendapatkan
perempuan seperti apapun yang kamu mau dengan semua yang ada di diri kamu…,”
“saya
Cuma nggak mau kamu semudah itu meninggalkan saya. tapi, ternyata kepercayaan
saya kamu patahkan,”
Ada
satu hal yang harus saya sampaikan disini. Saya memang
sering membuat pacar saya ngambek dengan sikap saya yang seenaknya tapi tak
pernah sekalipun melihatnya menangis. Dan, hari ini, malam ini untuk pertama
kalinya dia menangis dihadapan saya. sudahlah, sebagai seorang lelaki saya
terlalu buruk.
“please maafin saya.
saya mohon,”
“kamu
udah terlalu sering minta maaf, tapi kamu tenang aja ini akan menjadi
permintaan maaf kamu yang terakhir,”
Kali ini jantung saya
seperti akan meledak. Ini semua nggak boleh terjadi.
“kasih saya kesempatan
untuk memperbaiki semuanya,”
“Semua yang pernah kita
lalui, kita cukupkan sampai disini,”
“saya akan ngelakuin
semua yang kamu minta kecuali yang satu ini,”
“omongan saya di bagian
mana yang nggak kamu pahami ?”
Kali ini ia
mengucapkannya dengan nada tidak untuk dibantah.
Dan, tinggallah saya yang terduduk di teras kontrakannya sambil melihat kepergiannya. Lalu saya tersadar, selama ini pacar saya bukan tidak cemburu tapi dia takut saya menjauh. Dia bukan tidak peduli tapi dia hanya takut saya pergi. Namun, pada akhirnya saya yang membuatnya lepas dari genggaman saya.
Komentar
Posting Komentar