Lelaki Patah Hati
Untuk
mengawali tulisan saya kali ini, mari kita awali dengan basmalah.
Bismillahhirromannirohim
……
Saat
ini saya mau melaporkan keadaan cuaca di Pekanbaru hari ini. Di kota perantauan
saya ini sekarang cuacanya lagi asik. Iya, asik untuk tidur panjang di kamar.
Di kamar masing-masing bukan di kamar pacar atau gebetan. Ingat itu. saya tidak
pernah menyarankan hal-hal yang sangat kalian inginkan. Tapi ada satu hal yang
bikin gak asik. Suara Thor yang lagi main palu.
Sebenarnya
saya nggak tau mau membahas apa, tapi saya teringat akan seorang teman. Waktu
itu saya sempat menyebarluaskan aib teman saya si Pupur dan teman saya yang
satu ini membacanya lalu dia meminta saya untuk menyebarluaskan juga kisah
hidupnya. Dalam hal ini saya sempat berpikir, mungkin saya berbakat dalam hal
menyebarluaskan kehidupan pribadi seseorang. Hmm, saya hebat sekali, bukan ?
iya. Oke, sip.
Saya
bingung harus memulai kisah ini darimana karena hidup teman saya yang satu ini
sangat tidak inspiratif. Nggak ada hal yang bisa kalian contoh dari lelaki
hitam manis tinggi yang selalu patah hati ini. Tapi, demi solidaritas antar
sesama teman saya harus bisa mencari hal menarik dalam hidup teman saya ini
walaupun nggak ada yang menarik sedikitpun.
Baiklah,
mari saya perkenalkan dengan teman saya ini. Beliau ini bernamaaa….ahh, kita
panggil saja dia dengan lelaki patah hati. Tak banyak yang saya ketahui dari
kehidupan lelaki patah hati yang satu ini selain patah hati. Iya, patah hati.
Kau mengenaskan sekali, kawan. Jadi, kedekatan saya dengan seorang patah hati
ini bisa dibilang mulai dari awal kita kuliah tapi belakangan jadi makin dekat
karena dia lagi dekat dengan teman saya. Ternyata saya punya banyak teman.
Hebat.
Waktu
itu si patah hati ini pedekate dengan teman saya tapi ya gitu pedekate doang
nggak jadian. Itu tu udah kayak capek-capek bimbingan skripsi tapi nggak
wisuda. Jadi ceritanya begini, mereka itu berkenalan melalui BBM lalu ketemuan,
makin dekat, saling ungkapin perasaan, daaan galau berkepanjangan. Oh, satu hal
yang harus kalian ketahui, pertemuan pertama mereka itu adalah hal yang paling
menyebalkan untuk saya karena posisi saya disana Cuma sebagai figuran di
tengah-tengah mereka. Menyebalkan bukan melihat mereka tatap-tatapan
menjijikkan -__-
Setelah
gagal mendekati teman saya, si Patah Hati ini ternyata ditaksir sama junior.
Ternyata untuk seukuran senior tampangnya nggak jelek-jelek amat. Saya sangat
mengapresiasi sekaligus tak menyangka sama cewek yang mendekati dia pada waktu
itu. Dengan junior ini, pedekate berjalan lancar. Setelah beberapa minggu
pendekatan akhirnya mereka jadian. Melihat si Patah Hati ini bahagia, saya
sebagai temannya turut bahagia dan mendukung yang terbaik untuk hubungan
mereka. Tapi, ya gitu bahagianya sebentar doang. Ujung-ujungnya patah hati
lagi. Mungkin kau memang ditakdirkan untuk selalu patah hati, kawan.
Setelah
kisah cintanya kandas dengan seorang junior itu, saya tak mendengar lagi
curhatan galau mendayu-dayu dari teman saya itu. Bahkan, dia juga nggak pernah
ngechat saya lagi. Hmm, ternyata benar kata orang-orang, cowok itu dekatin
karena ada maunya doang. Kalian harus hati-hati, girls. Lelaki seperti ini
nggak pantas untuk menjadi pendamping wisuda sekaligus pendamping hidup kalian.
Aduh, maaf saya udah bicara yang nggak bener L
Selama
tidak adanya curhatan galau mendayu-dayu dari teman saya ini, saya menjalani
hidup dengan damai sejahtera sampai pada akhirnya dia menghubungi saya. Saya
pikir ini orang pasti mau curhat lagi, tapi ternyata enggak. Iya, enggak tapi
hal menyebalkan dari chat lelaki kampret satu ini ialah ngatain saya selir hati.
Teman yang nggak tau diri emang dia doang. Udah dibantuin dekatin cewek-cewek
malah ngatain. Tapi, biar dia ngomong gitu, saya tetap menduga kalau dia pasti
akan curhat lagi. Dan, ternyata dugaan saya benar. Ngatain saya selir hati itu
hanyalah mukadimah tak berguna semata.
Jadi
ceritanya begini, ternyata diam-diam si Patah Hati ini sudah punya pacar lagi.
Saya akui, dalam mencari perempuan dia emang jagonya tapi tidak untuk
mempertahankan hubungan. Menyedihkan sekali. Saya lupa sudah berapa lama mereka
berpacaran tapi yang jelas hubungan yang dijaninya itu rumit. Mereka saling
sayang tapi situasi yang mengharuskan mereka pisah. Maksudnya begini, mereka
itu sepasang anak manusia yang berasal dari kampung yang berbeda dan
dipertemukan di sebuah kota perantauan. Lalu, hubungan mereka harus menjadi
rumit karena salah satu dari mereka harus meneruskan pendidikan di kota berbeda
yang mengharuskan mereka melakukan hubungan jarak jauh. Dalam hal ini, bukan
jarak jauhnya yang dipermasalahkan tapi kapan dan dimana temu kangennya yang
akan menjadi masalah. Sepertinya bahasa saya kali ini berlebihan tapi biarlah
biar kalian yang membaca merasakan sensasi menyedihkan dari percintaan teman
saya ini.
Nah,
untuk kasus yang satu ini saya nggak tau harus memberikan saran terbaik yang
bagaimana. Bagi kalian yang punya solusi untuk percintaan teman saya ini tolong
bantu dia agar tak patah hati untuk kesekian kalinya. Tapi, di luar kisah
percintaan teman saya ini ada satu hal yang harus saya sampaikan kepada kalian
semua. Cewek itu mudah dicari yang sulit dicari itu hanyalah dosen pembimbing.
#catet!
Terima
kasih. Wassalam.
salam patah hati,
Komentar
Posting Komentar