Hati yang Kau Kecewakan

Dikecewakan. Aku tak mengerti lagi mengapa harus ada satu kata itu di dunia ini. Satu kata yang menghancurkan berkeping-keping hati. Apa harus dengan kecewa untuk mengakhiri perjalanan panjang mencintai ?
Aku tak tau pilihan yang tepat itu seperti apa, setelah aku mengenalmu, menurutku tak ada pilihan yang jauh lebih baik. Aku sadar, menjadi sempurna bukan keahlian yang aku miliki tapi kehadiranmu menyempurnakan. Walau aku tau tak akan pernah ada hal sempurna. Perjalanan panjang mencintaimu itu melelahkan. Aku bersusah payah berlomba dengan orang disekitarmu demi untuk mendapatkan perhatianmu. Melewati malam dengan keresahan hanya untuk menunggu kabarmu karena selain menunggu tak ada yang bisa aku lakukan.
Pergimu itu luka namun juga memberikan jawaban atas sikapmu. Kau memang tak pernah mengerti dengan aku yang selalu menahan diri. menahan diri untuk tak menghubungimu lebih dulu. Sulitnya menahan diri untuk tak mengucap rindu. Yang kau tau hanyalah aku yang selalu menunggu kabar darimu meski berkali-kali kau abaikan.
Mendapati kabar kau dengannya telah mengahancurkan berkeping-keping hati yang selalu kurangkai untukmu. Luka yang kau berikan terlalu sakit untuk kukatakan bahwa aku baik-baik saja. Membenci. Perlakuanku takkan seburuk itu. Hanya saja, aku menyapu bersih kepingan perasaan yang telah kau patahkan. 


Friska Baizura

Komentar

Postingan populer dari blog ini

On the Phone

Perkenalan

Tipe-tipe Dosen di Kampus