Ketika Kukira Menjadi Mahasiswa Akhir itu Menyenangkan

Buat kalian yang mengikuti blog saya pastinya membaca beberapa postingan terakhir yang isinya cerpen-cerpen patah hati. Itu semua terinspirasi dari kisah teman-teman dan imajinasi saya sendiri kok. Tapi, setelah saya baca ulang malah saya geli sendiri. kok bisa sih nulis yang beginian, pengen dihapus aja rasanya. Tapi, yasudah lah daripada blog ini isinya kosong kayak hati kalian lebih baik dibiarin aja. Nah, dipostingan kali ini saya nggak akan ngeposting hal-hal yang berbau patah hati. Postingan kali ini lebih ke personal life sih sebenarnya.

Jadi, nih ceritanya kemarin malam saya merenung, kenapa percintaan saya gagal melulu ? dan kenapa pernikahan Raisa-Hamish harus menjadi #HariPatahHatiNasional ? padahal mau mereka menikah atau enggak, hidup kalian juga tetap gitu-gitu aja. Tetap ditinggal pas lagi sayang-sayangnya. Dijadiin pelarian, chat panjang lebar dibalas HAHAHA doang. Pokoknya gitu-gitu aja deh. 

Jadi kemarin saya merenung, kenapa skripsi saya nggak kelar-kelar juga sampai sekarang. Nggak Cuma itu, saya juga berpikir ini saya kuliah udah berapa semester, udah berapa kali saya makan gorengan 5 tapi yang dibayar Cuma 3, dan masih banyak lagi. ternyata setelah dihitung-hitung, lah anjir saya udah kuliah 11 semester. ((11 semester)) udah dua dijit kawan-kawan -__-

 Kenapa saya telat lulus itu juga ada alasannya. Pertama, saya sempat cuti selama satu semester dan utang sks satu semester itu saya angsur mengambil di semester berikutnya. Sebenarnya saya pengen daftar mic pelunas utang buat melunasi utang-utang SKS saya ternyata nggak bisa. Hidup ini tidak adil. Kedua, judul skripsi saya ditolak berkali-kali. Ini pedih, gaes bahkan lebih pedih dari chat yang di read doang sama gebetan padahal udah nungguin sampe begadang segala L ketiga, saya salah memilih pembimbing. Percayalah, cepat atau lambatnya mahasiswa itu wisuda selain karna kemampuan juga karna dosen pembimbing.

Di kampus saya itu setiap mahasiswa dikasi 2 dosen pembimbing. Masalahnya adalah dosen pembimbing pertama saya akan mengatakan oke kalau dosen pembimbing 2 saya oke. Ibaratnya beliau udah percaya sepenuhnya dengan dosen pembimbing kedua saya. Nah, masalahnya lagi dosen pembimbing 2 saya ini yang nyebelin setengah mati. Berulangkali saya dikasi harapan. Gebetan bukan, pacar enggak ngasih harapan palsu. Dih! Saya pernah nih, proposal udah acc tapi pas minta tanda tangan malah diajak bimbingan lagi -__-

Saya mulai bimbingan skripsi itu di semester 9. Mulai dari awal bimbingan saya udah dikasi cobaan berulangkali. Waktu itu diawal semester bertepatan di bulan Ramadhan. Sebenarnya perkuliahan belum dimulai sih waktu itu. mahasiswa yang lain juga masih pada libur. Tapi, dosen-dosen masih tetap ada di kampus. Jadi, mumpung kampus lagi sepi saya gunain kesempatan itu buat bimbingan. Ternyata dosen pembimbing saya sibuk karna beliau salah satu tim penguji untuk mahasiswa seminar proposal. Yaudah, besoknya saya ke kampus lagi dan kata dosennya baru bisa bimbingan agak siangan gitu. Saya tungguin deh itu beliau. Saya anaknya emang pantang menyerah.

Sampai sore ternyata saya belum bisa bimbingan juga. Saya samperin deh itu dosen ke ruangannya untuk memastikan eh pas sampai diruangannya beliau langsung ngomong, “mahasiswa yang mau bimbingan keluar dulu deh saya muak liat muka kalian. Saya capek mau istirahat sebentar nanti saya panggil kalian”. Ya Tuhan ingin buka puasa pake air kobokan yang dikasi jeruk nipis aja rasanya L

Berhubung saya anaknya sabar banget, saya tungguin deh itu dosen. Ternyata capek juga anjiirr nungguin elo. Yaudah, saya balik aja dan besoknya saya ke kampus lagi ternyata dosen saya itu kembali menjadi salah satu tim penguji. tapi kali ini tim penguji untuk mahasiswa sidang skripsi. Dan, beliau nggak menerima mahasiswa bimbingan kalau sedang menjadi penguji.

SETIDAKNYA DIRIKU PERNAH BERJUANG~~

Singkat cerita, Ramadhan kelar dan saya bosan nungguin dosen saya yang sibuk itu. akhirnya saya mulai bimbingan setelah lebaran. Bimbingan bab pertama lancar, revisi nggak banyak malah saya juga dapat pujian karna menurut beliau penulisan saya bagus. Mendengar itu semua saya jadi semangat buat bimbingan bab 2. Tapi, pada saat bimbingan bab dua saya diuji lagi. Astaga, ini belum ujian aja udah diuji gimana pas ujian nanti -__- itu skripsi saya belum dibaca langsung disuruh revisi. Apanya yang mau direvisi maliiiiiihh!!!

Selain itu, ada banyak hal yang membuat pengerjaan skripsi saya tertunda pada waktu itu. beberapa kali saya harus bolak-balik Dumai-Pku karena waktu itu bertepatan dengan libur idul adha dan abang saya juga akan menikah belum lagi ada beberapa matakuliah yang harus saya ambil. Setelah semua tenang, saya harus melaksanakan mid semester. Setelah mid semester tugas kuliah bukannya berkurang malah makin banyak. Kuliah sambil ngerjain skripsi ternyata nggak segampang kamu melupakan aku. Akhirnya skripsi saya tertunda lagi. Saat menjelang uas, waktu udah agak longgar saya mulai untuk bimbingan lagi. Kata dosen saya, fokus uas dulu aja bimbingan bisa setelah uas nanti. Uas selesai, dosen saya cuti hamil.

APA KURANGNYA AKU DI DALAM HIDUPMU~~

Cerita diatas Cuma sepenggal pengalaman saya dalam memperjuangkan gelar sarjana dan perjuangan saya juga belum berakhir. Kalian yang sedang atau sudah melewati proses ini pasti merasakan gimana susahnya untuk menyelesaikan skripsi. Sulitnya menemui dosen, pihak akademik kampus yang kadang mempersulit, sampai urusan administrasi kampus yang kadang bertele-tele. Semua proses itu pasti bisa kita lalui. Buat kalian yang sekarang memasuki semester akhir bahkan sampai dua dijit seperti saya, jangan berkecil hati. Yang perlu kalian ingat, kita ini adalah orang-orang pilihan karna tak banyak mahasiswa yang mampu kuliah sampai di semester 11 atau bahkan lebih. Hanya orang-orang yang memiliki kemampuan khusus yang bisa melewati ini semua. Selain itu, sadarkah kalian bahwa orang-orang seperti kita inilah yang memberikan kontribusi lebih kepada kampus terutama dalam meningkatkan keuangan dan pembangunan kampus. Mereka yang hanya sanggup hingga di semester 8 itu nggak ada apa-apanya. Apaan kuliah delapan semester doang.

Dan, buat mahasiswa baru, nggak usah sombong kalian nongkrong di kantin rame-rame sambil bahas-bahas pelajaran. Ntar pas udah semester akhir bakal sendiri juga. CATET! Satu hal lagi untuk mahasiswa baru nih, nggak usah mikirin IPK yang penting nggak ngulang dan skripsi itu nggak perlu bagus yang penting lulus!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

On the Phone

Perkenalan

Tipe-tipe Dosen di Kampus