Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Obrolan Nostalgia

Gambar
Kembali ke kota yang menyimpan banyak kenangan memang memberikan sensasi yang berbeda. Setiap sudut kota seolah bercerita. Di mulai dari bandara sebagai tempat pertemuan dan perpisahan. Setiap jalanan yang pernah dilalui bersama hingga pengamen jalanan yang menyanyikan lagu-lagu patah hati dengan nada dan petikan gitarnya yang tidak serasi. Sesaat setelah mengambil ransel dan koper, saya kembali menyalakan henpon yang semula diubah ke dalam mode flight . Beberapa pesan watsap bermunculan. Mulai dari grup kantor yang sudah pasti dibuat khusus untuk sesama rekan kerja saja tanpa adanya boss, grup alumni, hingga pesan dari seseorang yang menjadikan alasan saya untuk kembali ke kota ini. Besok jangan lupa datang yaa Sebuah pesan darinya. Pasti. Saya tidak akan pernah lupa kalau itu soal kamu. Balas saya. Menaiki taksi dari bandara menuju rumah, seolah membuat saya sedang melakukan napak tilas. Setiap jengkal kota seolah menceritakan seorang Nayla, perempuan...

Kisah Klasik

“woiii, yang belum pada bayar uang kas buruan bayar udah akhir bulan ini. Jangan kebanyakan janji lo pada,” suara Ayu, sang bendahara kelas kembali menggelegar untuk memperingati teman-temannya yang selalu saja telat membayar kas kelas. “Yu, gue besok ya lagi bokek nih,” “Gue minggu depan ya, Yu janji deh,” “Aduh, gue lupa, Yu besok deh kurang nih duit gue,” Kalimat-kalimat sejenisnya selalu Ayu terima setiap kali menagih uang kas kelas kepada teman-temannya. “Ay….” “Apaan lu Ay, Ay sama gue. Gue bukan ayang lo,” “Lah, nama lu kan Ayu kalau gue panggil Ay nggak salah dong,” Ayu tidak menanggapi pembelaan dari salah satu temannya tersebut. “Ay, bisa bayar pake gopay nggak sih, gue lagi nggak bawa cash nih,” Lanjutnya. Ayu menatap nyalang pada temannya tersebut. “Lagak lu nggak bawa cash makan gorengan di warung bulek aja ngutang sok-sok mau bayar pake gopay. Ngomong nggak ada duit aja susah amat lu,” “Yaelah, Ay salah mulu gua,” “Ya ...

Direct Message : Pesan Whatsapp

Gambar
Malam itu, setelah Pekanbaru diguyur hujan deras seharian dan menyisakan rintik-rintik, sebuah pesan singkat masuk di handphone saya. Kamu udah makan ? Satu kalimat sederhana namun bermakna luar biasa bagi mereka yang sedang dimabuk asmara. Lantas saya pun tidak langsung membalasnya agar tidak terlihat sangat menantikan sebuah pesan darinya. Coba keluar deh Belum sempat saya membalas pesan sebelumnya, satu pesan kembali masuk. Keluar ? ngapain ? lagi hujan gini Aku di depan kosan kamu Saya mengintip dari balik jendela dan benar saja dia sudah ada di depan kosan saya. “kamu ngapain hujan-hujanan begini ?” “mau mastiin kamu nggak kelaparan malam ini hehe” “ya nggak kayak gini juga,” “udah deh buruan siap-siap kita pergi makan,” *** Bagi kalian yang sering berkeliaran disekitaran Panam, pastinya sering menemukan tempat-tempat yang menjual berbagai macam makanan dan kalau kalian menyusuri setiap jalanan di daerah tersebut, akan sema...