Merelakan Melepaskan
Banyak yang bilang, tak ada yang lebih indah dari langit senja. Mungkin kalimat itu hanya berlaku bagi mereka yang belum merasakan jatuh cinta saja. Nyatanya, senyum seorang wanita yang sekarang berada dihadapan saya tak kalah indah dari langit senja. Meski saya melihatnya dibawah penerangan yang sederhana. Percayalah, wanita dihadapan saya ini sudah cantik meski tanpa polesan make up sekalipun. Namun, senyumnya hilang tergantikan mendung di wajahnya. Entah apa yang mengusik hatinya. Entah apa yang membuatnya harus mengeluarkan bulir mendung itu. ah, saya benci melihatnya menangis. “ada apa ? katakanlah,” “kita harus mengakhiri ini semua,” jawabnya sambil menangis. Lelucon macam apa lagi ini ? Setahun yang lalu ia sempat mengatakan hal yang sama untuk memberikan kejutan ulang tahun kepada saya. tapi, sekarang saya tidak sedang ulang tahun. Tidak dalam promosi kerja dan bahkan tidak dalam merayakan anniversary. “kalau kamu sedang bercanda, ini gak lucu,” “saya ...