Tetangga Baru
Entah bagaimana lagi menolak pesona si tetangga baru ini. Sejak awal kepindahannya tak pernah sekalipun saya bosan untuk memandangnya walau hanya dari kejauhan. Walau hanya dari balik jendela kamar. Sejak sebulan lalu, seorang perempuan baru saja pindah di depan rumah saya yang memang sudah kosong sejak lama. Namun, belum pernah sekalipun berkenalan meski sesekali saling melemparkan senyum. Kata tetangga saya yang lainnya dia bernama Naya. Naya itu cantik, bertubuh tinggi, tidak begitu kurus juga tidak bisa dibilang gemuk. Bisa dibilang ia perempuan dengan tubuh ideal. Dia seperti sosok perempuan yang hampir membuat otak semua laki-laki straight berpikir yang bukan-bukan. Naya, si tetangga baru, selalu keluar rumah di jam 8 pagi dan pulang jam 5 sore. Penampilannya selalu sempurna. Berpakaian selayaknya pekerja kantoran, make up yang tidak menor bahkan bisa dibilang natural. Dan, kalau hari libur, jika beruntung saya kadang dapat melihat Naya keluar rumah hanya dengan c...