Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Hati yang Masih Saja Sendiri

Seorang teman pernah bertanya, bagaimana bisa aku bertahan cukup lama dengan hati yg masih saja betah sendiri. Meringkuk sendiri melawan sepi. Memeriahkan kesepian dengan sepi itu sendiri. kadang aku berpikir, jawaban yang bagaimana yang harus diberikan dengan aku sendiri tak tau bagaimana harus menjawabnya. Mereka selalu mengatakan keinginanku terlalu tinggi akan sesosok lelaki. Aku bahkan tak pernah memikirkan akan seperti apa seseorang yang hatinya ingin aku singgahi. hanya saja aku belum menemukan seseorang yang mampu membuatku kembali percaya bahwa cinta tak akan sesakit ini. Cinta. Aku sempat merutuki satu kata itu. Satu kata yang mampu membuat siapapun tunduk akan kekuasaannya. Sudah lama aku tidak berurusan dengan yang namanya cinta. Aku pernah mencintai, menggantungkan harapan kepadanya. Namun, akhirnya dikhianati. Ia menjanjikan kisah ini akan selamanya. Lalu, aku sadar, ‘selamanya’ yang sebenarnya ialah hingga ia menemukan seseorang yang menurutnya lebih baik. Ia memilih ...