Si Pupur
Selamat
malam teman-teman yang budiman, bagaimana keadaan kalian hari ini ? sudah
membaikkah setelah ditinggal tanpa alasan ? saya harap semuanya baik-baik saja
kecuali hubungan mereka.
Oke,
baiklah. Mari kita mulai membuka aib seorang teman kali ini dengan bahasa yang
baik dan benar demi melestarikan bahasa Indonesia agar tak tergeser keindahannya
dikarenakan bahasa-bahasa anak muda jaman sekarang yang mulai mendunia.
Jika
sebelumnya saya pernah membicarakan si Puyun dengan segala kegalauannya yang tiada
akhir, kali ini saya akan membicarakan seorang teman demi menjaga solidaritas
dan kesetaraan perlakuan dalam pertemanan.
Pada
suatu siang yang cerah, saya dan seorang teman saya, si Pupur sedang berkunjung
ke kosan-nya si Puyun. Banyak hal yang kami ceritakan pada waktu itu dan
sampailah pada topik pembahasan tentang blog. Si Pupur meminta saya untuk
menceritakan kisah hidupnya seperti saya menceritakan si Puyun dalam blog dan
dia juga meminta saya untuk memberitahukan kepada orang-orang bahwa dia itu cantik.
Sebagai seorang teman yang memiliki budi pekerti yang baik, saya akan menuruti
segala permintaannya agar pertemanan ini terjalin semakin erat dan kesetaraan
perlakuan dalam pertemanan semakin tercipta dengan baik.
Mari
saya perkenalkan kepada teman saya yang satu ini. Teman saya ini bernama Pupur.
Kuliah di salah satu Universitas Swasta dan menjadi teman sekelas saya selama
kuliah. Ia merupakan bungsu dari lima bersaudara (kalau tidak salah). Memiliki
banyak ponakan yang sering merepotkan, masih menyukai drama Korea meskipun
drama India Uttaran sering mengganggu konsentrasinya ketika menonton drama
Korea dan mengasuh ponakan, memiliki wajah cantik, kulit mulus cantik, mata
lentik cantik dan untung saja tidak memiliki pacar dan gebetan yang cantik. Si
Pupur juga sempat curhat bahwa cantik itu sulit karena ketika ia membayar
parkir, ia selalu mendapat kembalian bunga mawar. Ketika ia membeli paket data
internetan, abang-abang ponselnya selalu menawarkan paket bulan madu bersama.
“cantik memang merepotkan,” jawabnya. Si kampreett!!
Berbicara
masalah pacar dan gebetan, nasib si Pupur memang tak semiris Puyun tapi tetap
saja sama-sama menyedihkan. Hina sekali. Kalau si Puyun memiliki kegalauan
akibat diselingkuhin dan ditinggalkan, si Pupur beda lagi. Percintaan teman
saya yang satu ini selalu termasuk ke dalam kaum-kaum yang patah hati disaat
belum sempat memiliki. Sama menyedihkannya, bukan ? iya.
Waktu
itu si Pupur sempat curhat kalau dia sedang dekat dengan seorang lelaki yang
cantik. Eh, maaf maksud saya ganteng. Saya kurang tahu berapa lama mereka dekat
yang jelas lelaki itu telah berhasil mencuri hati si Pupur tapi itu semua tak
bertahan lama karena hubungan mereka tiba-tiba berhenti begitu saja dan
pedekate yang mereka lakukan tak pernah ada kemajuan. Akhirnya si Pupur galau
dan julukan sebagai kaum patah hati disaat belum sempat memiliki tersemat pada
dirinya pada waktu itu.
Mungkin
segitu dulu kecantikan si Pupur yang dapat saya sampaikan. Jika kalian telah
membaca tulisan ini, maafkan saya karena telah membuang beberapa menit waktu
kalian dengan percuma. Maafkan saya yang tidak bisa mengembalikan waktu kalian
yang telah terbuang sia-sia. Selain itu, saya juga meminta maaf karena telah
menghabiskan kuota internetan teman-teman sekalian demi membaca tulisan ini.
Sekali lagi saya minta maaf. Jika kalian meminta pertanggung jawaban, silahkan
hubungi teman saya si Pupur. Dia itu baik cantik juga. Sekian.
Salam
manis,
Komentar
Posting Komentar